Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia

Nama  :  Meilani Kasim

N I M  :  07108249109

Kelas  :  S.7 M

Analisis Kesalahan Paragraf

v     Sumber:  Laporan Observasi Kelompok Bermain (KB) Mitra Perempuan Yogyakarta

Oleh : Sri Murdiyati

  • Bab I Pendahuluan

Bagian (A) Latar Belakang KB Mitra Perempuan Yogyakarta

Dunia pendidikan di Indonesia saat ini semakin menyadari bahwa menyerahkan anak ke TK sudah terlambat (Kinderganten is too late). Dari sudut pandang pendidikan PAUD ini sangat mendasar, mengingat tumbuh kembang anak telah berlangsung sejak berusia sangat dini. Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa tumbuh kembang anak khususnya aspek psikis dan sosial awal, yang sangat mengejutkan, sementara tumbuh kembang anak pada usia dini menjadi dasar bagi pertumbuhan anak selanjutnya.

  1. Letak kesalahan :
  • Pada paragraf tersebut tidak jelas apa yang menjadi pokok pembahasannya. Apakah keterlambatan orang tua untuk memasukkan anaknya di TK (pada kalimat I) ataukah tentang tumbuh kembang anak usia dini.
  • Kalimat-kalimat yang menyusun paragraf tersebut juga tidak begitu jelas struktur kalimatnya.
  • Terdapat kalimat yang rancu. Contohnya pada kalimat I : kata menyerahkan pada kalimat tersebut kurang pas. Begitupun kata terlambat pada kalimat tersebut tidak jelas apa apa yang dimaksudkan.
  1. Perbaikannya :

Dunia pendidikan di Indonesia saat ini semakin menyadari bahwa mendaftarkan anak untuk masuk TK sudah terlambat (kinderganten is too late) bila dibandingkan dengan anak-anak yang telah sekolah di PAUD. Dari sudut pandang PAUD, tentulah hal ini akan sangat mendasar karena pertumbuhan dan perkembangan anak telah berlangsung sejak masih usia dini. Berbagai hasil dari penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya pada aspek psikis dan sosial awal sangat mengejutkan serta akan menjadi dasar bagi pertumbuhan anak selanjutnya.

  • Bab II Pengamatan di Lapangan

Bagian (E) Program Pembelajaran

ü      Satuan Kegiatan Harian (SKH)

Untuk SKH sebetulnya sudah ada hanya saja menyusunnya, kurang secara sistimatis dan rapi dan tidak setiap hari disusun oleh guru. Dalam catatan tidak setiap hari guru menyusun SKH, hanya dalam angan-angan saja dan langsung disiapkan secara mendadak, jadi tergesa-gesa dan kadang tidak secara optimal.

Seharusnya SKH itu disusun setiap hari supaya kita mengetahui apa yang harus kita sampaikan dan bisa menyiapkan secara optimal, demi proses KBM yang sesuai harapan guru atau pendidik pada umunya.

  1. Letak kesalahan
  • Pada paragraf I terdiri dari dua kalimat yang tidak bisa dipahami pokok pembahasannya. Begitupun dengan paragraf II yang hanya terdiri dari 1 kalimat. Sebaiknya kedua paragraf tersebut disatukan, sehingga isi dari paragraf tersebut mudah dipahami.
  • Struktur (S-P-O-K) kalimat-kalimat yang ada pada paragraf tersebut tidak jelas karena bentuk kalimat yang rancu dan maksudnya sulit unutk dipahami.
  • Pada kalimat I dan kalimat II menggunakan kata “hanya” dan “saja” yang apabila digunakan sekaligus dalam satu kalimat akan membentuk pleonasme, yaitu kata-kata atau frasa yang berlebihan maknanya.
  1. Perbaikannya:

Sebenarnya SKH sudah ada, namun penyusunannya masih kurang sistematis dan rapi. Selain itu, guru yang ada di sekolah tersebut tidak setiap hari menyusun SKH. Kegiatan yang dilaksanakan di kelas setiap hari hanya dari angan-angan dan langsung disiapkan secara mendadak, sehingga menjadi tergesa-gesa dan kurang optimal. Seharusnya SKH itu disusun setiap hari supaya kita dapat mengetahui apa yang akan kita sampaikan pada saat proses KBM dan berlangsung secara optimal, demi tercapainya proses KBM yang sesuai dengan harapan para pendidik.

  • Bab III Analisis Lapangan

Bagian (G) Pembinaan

Pembinaan ada setiap saat diperlukan secara lisan kalau dengan anak didik, tetapi kalau dengan wali murid jarang sekali. Mereka selalu sibuk jadi hampir tak ada komunikasi kebanyakan tergesa-gesa. Seharusnya ada pembinaan baik untuk guru, orang tua, anak didik secara tertulis dan secara lisan supaya ada komunikasi yang baik. Karena terciptanya kebehasilan suatu pembelajaran itu di tangan pengelola, pendidik, anak didik dan orang tua. Pembelajaran tidak akan berhasil dengan baik tanpa adanya kerja sama di semua pihak terutama guru dan orang tua. Pendidik dan orang tua harus sejalan, artinya sama tujuan dan saling membantu.

  1. Letak kesalahan :
  • Pada paragraf tersebut tidak jelas apa yang menjadi isi atau pokok pembahasannya. Apakah pembinaan untuk murid, orang tua, ataukah untuk pendidik.
  • Bentuk kalimat-kalimatnya ada yang rancu, tidak lengkap dan sulit untuk dipahami.
  1. Perbaikannya :

Setiap saat ada pembinaan secara lisan bagi anak didik, namun untuk wali murid sangat jarang. Mereka terlalu sibuk dan selalu tergesa-gesa pada saat mengantarkan anaknya ke sekolah, sehingga hampir tidak ada komunikasi yang terjalin antara guru dengan wali murid. Seharusnya pembinaan sering dilaksanakan baik untuk guru, wali murid maupun anak didik secara tertulis dan lisan agar komunikasi dapat terjalin dengan baik. Karena kunci dapat terciptanya keberhasilan suatu pembelajaran berada di tangan pengelola, pendidik, anak didik dan wali murid. Pembelajaran tidak akan berhasil dengan baik tanpa adanya kerja sama dari semua pihak, terutama kerja sama antara guru dengan wali murid. Pendidik dan wali murid harus sejalan, artinya memiliki tujuan yang sama dan saling membantu.

v     Sumber:  Laporan Observasi TPA (Tempat Penitipan Anak) Bunayya Masyhithoh

Oleh : Sri Murdiyati

  • Bab III Analisis Lapangan
  1. Bagian (D) Perawat

Perawat di TPA ini memang belum ada karena keuangannya untuk membayar perawat belum cukup. Tetapi untuk pemeriksaan kesehatan anak didiknya mereka kerja sama dengan dokter yang terdekat dan puskesmas. Sewaktu diperlukan mereka cepat bertindak dan mencari pertolongan. Seharusnya kalau TPA itu ada perawatnya, supaya kalau ada anak yang membutuhkan perawatan cepat tertangani TPA ini mengatasi kekurangan itu dengan menjalin hubungan RS terdekat (RSUD Wirosaban dan PUSKESMAS). Pengelola, pengasuh cepat menanganinya seandainya ada anak yang membutuhkan pertolongan (sakit).

  1. Letak kesalahan :
  • Kalimat-kalimat yang menyusun paragraf di atas sulit untuk dipahami karena bentuk kalimat yang rancu, tidak lengkap dan berbelit-belit.
  • Pokok atau isi bahasan pada paragraf tersebut tidak jelas.
  1. Perbaikan :

Perawat di TPA ini memang belum ada karena biaya untuk membayar perawat belum cukup. Tetapi untuk mengantisipasi kesehatan anak didik yang terganggu, TPA ini bekerjasama dengan dokter terdekat dan PUSKESMAS. Sewaktu diperlukan mereka cepat bertindak dan memberikan pertolongan. Seharusnya TPA ini ada perawatnya, karena jika ada anak yang membutuhkan perawatan akan cepat tertangani. Dan untuk mengatasi kekurangan tersebut TPA ini menjalin hubungan dengan rumah sakit terdekat (RSUD Wirosaban).

  1. Bagian (G) Pembinaan

Pembinaan untuk guru ada jika diperlukan saja tidak ada program tertulisnya. Pembinaan untuk anak-anak didik selalu ada setiap harinya tetapi juga tidak rutin dibukukan. Dan untuk orang tua hampir tidak pernah terlaksana meskipun sudah dijadwalkan ataupun diberikan undangan. Orang tuanya terlalu sibuk bekerja sehingga untuk menghadiri pertemuan tak ada waktu. Dan kalau mengantar selalu terburu-buru akan berangkat kerja, menjemputpun tergesa-gesa.

  1. Letak kesalahan :
  • Paragraf tersebut berisi kalimat-kalimat yang rancu, kata yang tidak baku dan makna kalimatnya ada yang berulang seperti pada kalimat terakhir.
  • Ide pokok paragraf tersebut tidak jelas.
  • Bentuk paragrafnya juga tidak jelas apakah bentuk deduktif atau induktif.
  1. Perbaikan :
  • Bentuk paragraf deduktif

Program pembinaan di TPA ini ada yang terlaksana dan ada yang tidak terlaksana. Pembinaan untuk guru ada jika diperlukan saja dan tidak dibukukan. Sedangkan pembinaan untuk anak-anak didik selalu ada setiap harinya tetapi juga tidak rutin dibukukan. Dan untuk para orang tua hampir tidak pernah terlaksana meskipun sudah dijadwalkan ataupun diberikan undangan. Orang tua murid terlalu sibuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk menghadiri pertemuan. Dan ketika mengantar anak ke TPA selalu terburu-buru karena akan berangkat kerja begitupun ketika menjemput, selalu tergesa-gesa.

  • Bentuk paragraf induktif

Pembinaan untuk guru ada jika diperlukan saja dan tidak dibukukan. Sedangkan pembinaan untuk anak-anak didik selalu ada setiap harinya tetapi juga tidak rutin dibukukan. Dan untuk para orang tua hampir tidak pernah terlaksana meskipun sudah dijadwalkan ataupun diberikan undangan. Orang tua murid terlalu sibuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk menghadiri pertemuan. Dan ketika mengantar anak ke TPA selalu terburu-buru karena akan berangkat kerja begitupun ketika menjemput, selalu tergesa-gesa. Itulah beberapa pembinaan yang sedang diusahakan oleh TPA ini untuk mencapai keberhasilan yang optimal.

Ujian Mid Semester

  1. terjangkitnya penyakit itu tentunya berkaitan dengan persepsi dan dari pada perilaku mereka terhadap penyakit menular yang diakibatkan dari pada melakukan hubungan seks.
  • Letak kesalahan:

a)      Pada kata tentunya. Harusnya kata tersebut tidak dibubuhi akhiran “nya”, karena pada kata terjangkitnya kahiran tersebut sudah ada.

b)      Pada kata terjangkitnya. Kata tersebut berada pada awal kalimat, jadi seharusnya menggunakan huruf kapital pada awal katanya.

c)      Dalam kalimat tersebut, kata dari pada ada dua yang dapat menimbulkan kerancuan dalam kalimat. Jadi salah satu dari kata tersebut dihilangkan saja.

d)      Pada kata dari pada. Harusnya kata tersebut tidak dipisah karena menyalahi aturan dalam EYD.

  • Perbaikan kalimat:

Terjangkitnya penyakit itu tentu berkaitan dengan persepsi dan perilaku mereka terhadap penyakit menular yang diakibatkan daripada melakukan hubungan seks.

  1. dalam karang-mengarang terdapat empat bentuk wacana: narasi diskripsi, eksposisi dan argumentasi. Dalam bentuk narasi seperti inilah penulis dapat dengan leluasa untuk mengisahkan urutan-urutan kejadian. Narasi bergantung dari pada perkembangan logis, artinya peristiwa demi peristiwa diceritakn berdasarkan urutan waktu. Pengarang novel biasanya merasa kesulitan untuk menuangkan idenya dengan wacana eksposisi. Dengan membuat karangan eksposisi mereka dapat mendapatkan tambahan penghasilan yang cukup besar.
  • Letak kesalahan:

a)      Pada kata dalam, kata tersebut berada pada awal paragraf, jadi seharusnya pada awal kata tersebut ditulis dengan huruf kapital.

b)      Pada kalimat “empat bentuk wacana: narasi diskripsi, eksposisi dan argumentasi” kalimat tersebut tidak sesuai karena disebutkan empat wacana, tetapi yang diuraikan hanya tiga bentuk wacana. Agar bisa sesuai seharusnya antara kata narasi dan diskripsi dibubuhhi tanda koma

c)      Pada kata diskripsi. Ejaan hurufnya masih kurang tepat. Karena kata yang sesuai dengan EYD yaitu deskripsi.

d)      Pada kata dapat yang dipadukan dengan kata dengan. Kedua kata tersebut terdengar kurang bagus jika dipadukan. Harusnya kata dapat diganti dengan kata bisa agar terdengar lebih bagus.

e)      Pada kata dari dan pada dalam kalimat III. Penggunaan kedua kata tersebut akan menimbulkan pleonasme, yaitu kata-kata atau frasa yang berlebihan makna penggunaannya. Apabila salah satu dari kedua kata tersebut digunakan, maka akan lebih baik daripada digunakan keduanya.

f)        Pada kalimat IV dan V, tidak terjadi hubungan yang runtut. Di antara kedua kalimat tersebut terjadi pertentangan, karena pada kalimat IV bermakna negatif sedangkan pada kalimat V bermakna positif, sehingga terdengar rancu jika dipadukan dalam paragraf tersebut. Agar hubungan pertentangan itu bisa terdengar bagus, kata dengan pada awal kalimat V diganti dengan kata tetapi.

g)      Pada kata dapat mendapatkan terdengar rancu karena dalam bentuk frasa yang mubajir. Agar tidak terdengar mubajir kata dapat diganti dengan kata bisa.

  • Perbaikan paragraf:

Dalam karang-mengarang terdapat empat bentuk wacana: narasi, deskripsi, eksposisi, dan argumentasi. Dalam bentuk narasi seperti inilah penulis bisa dengan leluasa untuk mengisahkan urutan-urutan kejadian. Narasi bergantung pada perkembangan logis, artinya peristiwa demi peristiwa diceritakn berdasarkan urutan waktu. Pengarang novel biasanya merasa kesulitan untuk menuangkan idenya dengan wacana eksposisi. Tetapi membuat karangan eksposisi mereka bisa mendapatkan tambahan penghasilan yang cukup besar.

  1. jika pelaksanaan reformasi di berbagai bidang dijadikan titik tolak, maka akan segera tampak menonjol sejumlah persoalan yang minta perhatian dan pemecahan reorganisasi administrasi departemen-departemen. Ini yang pertama. Masalah penting lainnya ialah persoalan pemborosan dan penyelewengan. Ketiga karena masalah pembangunan ekonomi yang dijadikan titik tolak, maka kita ingin juga mengemukakan faktor lain. Yakni bagaimana memobilisasi potensi secara maksimal dalam partisipasi pembangunan.
  • Letak Kesalahan:

a)      Pada kata jika. Kata tersebut berada pada awal paragraf. Jadi seharusnya menggunakan huruf kapital pada awal katanya.

b)      Pada kata di berbagai. Kata depan di seharusnya tidak ditulis terpisah dari kata berbagai.

c)      Pada kata segera. Kata tersebut menimbulkan kerancuan dalam kalimat I. Jadi, sebaiknya dihilangkan saja.

d)      Pada kata menonjol. Kata tersebut dihilangkan saja karena sebelum kata itu sudah ada kata tampak yang memiliki makna yang sama dengan kata menonjol.

e)      Pada kalimat “ini yang pertama”. Kalimat tersebut dihilangkan saja karena akan menimbulkan kerancuan dalam paragraf  di atas.

f)        Pada kata ketiga dalam kalimat IV. Kata tersebut dihilangkan saja, karena akan membuat kalimat tersebut rancu dan tidak runtut dengan kalimat sebelumnya.

  • Perbaikan paragraf:

Jika pelaksanaan reformasi diberbagai bidang dijadikan titik tolak, maka akan tampak sejumlah persoalan yang minta perhatian dan pemecahan reorganisasi administrasi departemen-departemen. Masalah penting lainnya ialah persoalan pemborosan dan penyelewengan. Karena masalah pembangunan ekonomi yang dijadikan titik tolak, maka kita ingin juga mengemukakan faktor lain. Yakni bagaimana memobilisasi potensi secara maksimal dalam partisipasi pembangunan.

Laporan Hasil Diskusi

  1. A. Kesalahan Ejaan

Contohnya:

  1. Adapun fasilitas yang tersedia antara lain: Komputer, OHP, LCD, player/VCD, TV, tape/recorder, white board.
  2. terdapat 4 buah kamar mandi (2 untuk guru dan 2 untuk siswa) yang terletak di belakang ruang kelas IV.
  3. Selain itu kelompok bermain masih termasuk anak usia diniyang memang harus di stimulasi.
  4. Dengan demikian trend penelitian pendidikan di Inggris dapat dipahami secara konstektual.
  5. Akan tetapi ini jauh lebih baik dibandingkan PPL sebelumnya  yang tidak terjadual sebagai mata kuliah.
  6. Di sejumlah SD di kabupaten purworejo, sejumlah SD telah menugasi guru.
  7. Validasi intrumen dilakukan dengan berpegang pada “content dan construct validity” sesuai obyek yang dinilai.
  8. Sumber belajar sebagaimana di ketahui adalah sarana atau fasilitas pendidikan yang merupakan komponen penting untuk terlaksananya proses belajar mengajar di sekolah.
  9. ICT telah menjadi tulang punggung informasi sebagai sumberdaya yang sangat membantu.

10.  Ada beberapa paktor yang harus diperhatikan oleh guru dalam memilih suatu sumber belajar agar pemanfaatannya bisa optimal.

  1. B. Kesalahan Pemilihan Kata

Contohnya:

  1. Kurang idealnya dan rendahnya minat guru tehadap profesi guru karena faktor intern dan ekstern.
  2. Kegiatan belajar mengajar yang ada di kelompok bermain (KB) ‘Aisyiyah Suryocondro dilaksanakn setiap hari atau 6 kali dalam seminggu dari jam 08.00-10.00 WIB.
  3. Setelah itu pindah ke ruang kelas untuk melaksanakan kegiatan inti, seperti meronce, mewarnai, menggambar, dll sampai kegiatan penutup.
  4. Kita tahu bahwa mereka yang bekerja di luar negeri itu rentan terhadap perlindungan hukumnya.
  • Letak kesalahan:  Kata rentan memiliki makna mudah terkena penyakit, peka (mudah merasa). Kata tersebut memiliki sifat negatif, misalnya rentan terhadap bahaya kebakaran, rentan terhadap penyakit. Adapun pada kalimat tersebut kata rentan dipasangkan dengan kata perlindungan hukum yang bermakna positif. Dengan demikian, penggunaan kata rentan dalam kalimat tersebut tidak tepat.
  • Perbaikan atas kalimat tersebut adalah sebagai berikut.

Kita tahu bahwa perlindungan hukum bagi mereka yang bekerja di luar negeri itu minim.

  1. Entah, akankah Masitoh akan kembali sehat dan ceria, seperti dulu.
  • Letak kesalahan: Ada dua kata akan dalam kalimat tersebut yang sifatnya pengulangan yang tidak perlu. Bila salah satu dihapus, kalimat tersebut tidak akan berubah makna.
  • Perbaikan kalimat (5) adalah sebagai berikut.
    • Entah, akankah Masitoh kembali sehat dan ceria, seperti dulu.
    • Entah, apakah Masitoh akan kembali sehat dan ceria, seperti dulu.
  1. Kerusuhan Mei hanya sebagai titik picu dari kejadian-kejadian yang terjadi di Indonesia.
  • Letak kesalahan: pada kata kejadian-kejadian dan kata terjadi.
  • Perbaikan kalimat (6) adalah sebagai berikut.
    • Kerusuhan Mei hanya sebagai titik picu dari rentetan kejadian di Indonesia.
    • Kerusuhan Mei hanya sebagai titik picu dari kejadian-kejadian di Indonesia.
  1. Kita harus menjaga kebersihan agar supaya terhindar dari penyakit.
  • Letak kesalahan:  pada kata agar supaya. Penggunaan kata tersebut terkesan mubazir. Padahal dengan menggunakan salah satu dari kata-kata tersebut sudah dapat menjelaskan maksud kalimat yang jelas.
  • Perbaikan kalimat tersebut yaitu:
    • Kita harus menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit.
    • Kita harus menjaga kebersihan supaya terhindar dari penyakit.
  1. Di Inggris guru-guru harus beruniversitas untuk tiga tahun kemudian mereka harus pergi ke mengajar TCC (teacher training college) untuk satu tahun.
  • Letak kesalahan: pada kata beruniversitas dan ke mengajar. Penggunaan afiks pada kata tersebut kurang tepat.
  • Perbaikan kalimat tersebut yaitu:

Di Inggris, guru-guru harus belajar di universitas selama tiga tahun kemudian mereka harus belajar di  TCC (Teacher Training College) selama satu tahun.

  1. Lebih dari itu, Soeharto memperlihatkan menarik di Agama Islam.
  • Letak kesalahan: pada kata menarik. Penggunaan afiks pada kata tersebut kurang tepat.
  • Perbaikan kalimat tersebut yaitu:

Lebih dari itu, Soeharto memperlihatkan ketertarikannya pada Agama Islam.

10.  Kami didampingi oleh guru pribadi naik bis ke bermacam-macam tempat-tempat wisata seperti Keraton, Taman Sari, pasar burung yang terletal di belakang Taman Sari.

  • Letak kesalahan: pada kata bermacam-macam tempat-tempat. Karena penggunaan bentuk jamaknya kurang tepat.
  • Perbaikan kalimat tersebut yaitu:

Kami didampingi oleh guru pribadi naik bis ke bermacam-macam tempat wisata seperti,  Keraton, Taman Sari, dan pasar burung yang terletak di belakang Taman Sari.

  1. C. Kesalahan Kalimat
    1. …Gedung yang dipakai juga sudah bagus dan ruangan yang ada cukup untuk bermain di dalam.
    2. …, seperti halnya dalam pembelajaran di dalam kelas anak, akan merasa senang dan mudah menerima apa yang disampaikan oleh pendidik.
    3. Tulisan-tulisan Bung Hatta yang selama ini berserakan berhasil dikumpulkan dalam sembilan jilid besar.
  • Letak kesalahannya:  Struktur kalimat tersebut rancu. Sebenarnya bentuk kalimat itu adalah kalimat pasif jika dilihat dari predikatnya dikumpulkan. Tetapi, karena disisipi predikat lain yaitu berhasil, kalimat tersebut tidak jelas, apakah pasif atau aktif. Berhasil merupakan penanda predikat kalimat aktif, seperti halnya bermain, bertemu, berkelahi.
  • Kalimat yang benar adalah sebagai berikut.

Tulisan-tulisan Bung Hatta yang selama ini berserakan dikumpulkan dalam sembilan jilid besar.

  1. Sejak naiknya Megawati ke panggung politik, apalagi dengan jatuhnya Soeharto, telah mengembalikan nama Bung Karno ke permukaan.
  • Letak kesalahan: Kalimat tersebut tidak memiliki subyek sehingga tidak jelas siapa yang mengembalikan nama Bung Karno ke permukaan. Karena, ada kata depan sejak di depan naiknya Megawati ke panggung politik (yang mungkin dimaksudkan sebagai subyek oleh penulisnya). Kata depan sejak merupakan penanda keterangan waktu.
  • Perbaikan atas kalimat adalah sebagai berikut.
    • Naiknya Megawati ke panggung politik, apalagi dengan jatuhnya Soeharto, telah mengembalikan nama Bung Karno ke permukaan.
    • Sejak naiknya Megawati ke panggung politik, apalagi dengan jatuhnya Soeharto, nama Bung Karno muncul kembali ke permukaan.
  1. Walaupun bentuknya mirip kaki, tapi itu tetap sirip,” katanya.
  • Letak kesalahan: Kerancuan pikiran pada kalimat tersebut timbul karena penggunaan pasangan walaupun…tapi pada kalimat itu. Kata walaupun menyatakan ‘alasan’, sedangkan kata tetapi menyatakan ‘perlawanan’. Penggabungan kedua kata penghubung itu dalam satu kalimat tentulah menimbulkan hubungan pikiran yang tidak logis.
  • Perbaikan kalimat (3) adalah sebagai berikut.

“Walaupun bentuknya mirip kaki, itu tetap sirip,” katanya.

  1. Pemikir lain barangkali hanya memikirkan soal kebangsaan saja.
  • Pada kalimat di atas terdapat bentuk pleonasme, yaitu kata-kata atau frasa yang berlebihan maknanya.
  • Perbaikan atas kalimat tersebut adalah sebagai berikut.
    • Pemikir lain barangkali hanya memikirkan soal kebangsaan.
    • Pemikir lain barangkali memikirkan soal kebangsaan saja.
  1. Mereka anggap semua pengeluaran ini sebagai infak di jalan Allah yang pahalanya tak ketulungan.
  • Kesalahan yang terdapat pada kalimat di atas adalah pemilihan kata tak ketulungan yang tidak tepat. Kata tak ketulungan (bahasa Jawa) bermakna negatif yakni tak tertolong. Contohnya: Si Topan bandelnya tak ketulungan. Padahal, konteks kalimat tersebut bermakna positif, yakni pahalanya besar sekali.
  • Perbaikan atas kalimat tersebut adalah sebagai berikut.
    Mereka anggap semua pengeluaran ini sebagai infak di jalan Allah yang pahalanya besar sekali.
  • Letak kesalahan: Kata pun juga pada kalimat (8) adalah bentuk pleonasme (lihat contoh nomor 6).
  • Perbaikan atas kalimat (8) adalah beban keamanan Israel pun diletakkan di bahu Arafat.
  • Kalimat (9) rancu karena tidak jelas apa yang ditunda, apakah kabinet Netanyahu ataukah sidang pengesahan perjanjian yang ditunda. Letak kerancuan pada kalimat tersebut ada pada kata yang.
  • Perbaikan atas kalimat (7) adalah dengan menghilangkan kata yang dan menambahkan kata tapi di depan kata ditunda. Lihat kalimat berikut ini. Kabinet Netanyahu seharusnya menyelenggarakan sidang pengesahan perjanjian itu pada 29 Oktober lalu, tapi ditunda.
  1. Beban keamanan Israel pun juga diletakkan di bahu Arafat.
  1. Kabinet Netanyahu yang seharusnya menyelenggarakan sidang pengesahan perjanjian itu 29 Oktober lalu, ditunda.

10.  Dulu sebagian besar guru di Tim-tim dari pulau-pulau di Indonesia, tetapi sekarang mereka berangkat dari Tim Tim dan tidak cukup guru untuk sekolah di sana.

  • Letak kesalahan: predikat kalimat tersebut tidak jelas.
  • Perbaikan kalimat tersebut yaitu:

Dulu, sebagian besar guru di Tim-Tim berasal dari berbagai pulau di Indonesia, tetapi sekarang mereka meninggalkan  Tim-Tim sehingga tidak cukup banyak guru untuk sekolah-sekolah di sana.

  1. D. Kesalahan Paragraf
  2. Kalimat-kalimat yang dibuat pembelajar tidak efektif karena tidak adanya kesatuan informasi/arti dan bentuk. Sebuah kata mengemban peran yang penting dalam sebuah kalimat/tuturan karena  arti atau makna sebuah kalimat dapat dibangun dengan pemilihan kata yang tepat. Kalimat yang dibuat mengandung lebih dari satu kesatuan informasi sehingga sering menimbulkan kerancuan dan ketidaktepatan arti.  Bahkan, ada banyak pernyataan yang hanya berisi jajaran kata-kata saja tanpa arti yang jelas sehingga tidak membentuk sebuah kalimat yang utuh dari segi bentuk dan maknanya.
  • Letak kesalahan: paragraf di atas sudah memuat dua kalimat pokok yaitu pada kalimat I dan kalimat II.
  • Perbaikan paragraf tersebut yaitu:

Kalimat-kalimat yang dibuat pembelajar tidak efektif karena tidak adanya kesatuan informasi/arti dan bentuk. Kalimat yang dibuat mengandung lebih dari satu kesatuan informasi sehingga sering menimbulkan kerancuan dan ketidaktepatan arti.  Bahkan, ada banyak pernyataan yang hanya berisi jajaran kata-kata saja tanpa arti yang jelas sehingga tidak membentuk sebuah kalimat yang utuh dari segi bentuk dan maknanya.

  1. Sebuah kata mengemban peran yang penting dalam sebuah kalimat/tuturan karena  arti atau makna sebuah kalimat dapat dibangun dengan pemilihan kata yang tepat. Apabila terjadi kesalahan pemilihan kata  maka akan terjadi pergeseran  arti/ makna kalimat, tidak sebagaimana diinginkan oleh penulisnya.  Bagi pembaca, kesalahan tersebut akan menimbulkan kesalahpaham atas arti/makna yang dimaksudkan penulis. Sementara itu,  di luar negeri pun banyak berdiri lembaga-lembaga yang menyelenggarakan pembelajaran, pelatihan dan kursus bahasa Indonesia.
  • Letak kesalahan: paragraf tersebut telah memuat dua ide pokok sekaligus yaitu pada kalimat I dan kalimat terakhir. Pada kalimat yang terakhir tidak memiliki hubungan sama sekali dengan isi pada paragraf tersebut. Jadi, kalimat terakhir tersebut ada baiknya dihilangkan saja.
  • Perbaikan paragraf tersebut yaitu:

Sebuah kata mengemban peran yang penting dalam sebuah kalimat/tuturan karena  arti atau makna sebuah kalimat dapat dibangun dengan pemilihan kata yang tepat. Apabila terjadi kesalahan pemilihan kata  maka akan terjadi pergeseran arti/ makna kalimat, tidak sebagaimana diinginkan oleh penulisnya. Bagi pembaca, kesalahan tersebut akan menimbulkan kesalahpaham atas arti/makna yang dimaksudkan penulis.

  1. Kesalahan penggunaan preposisi ini berupa pemakaian preposisi yang tidak tepat dalam kalimat, tidak dipakainya preposisi dalam kalimat yang menuntut adanya preposisi, dan pemakaian preposisi yang tidak perlu dalam suatu kalimat. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia (dan atau bahasa-bahasa lainnya) sebagai bahasa asing tidak mudah dicapai karena dalam proses pembelajarannya pastilah dijumpai banyak permasalahan. Dari analisis data, terungkap ada 52 kesalahan dalam hal penggunaan preposisi. Kesalahan tersebut terbagi atas 29 kesalahan pada pemakaian preposisi yang tidak tepat, 14 kesalahan karena tidak adanya preposisi dalam kalimat yang menuntut adanya preposisi, dan 9 kesalahan penggunaan preposisi yang tidak perlu.
  • Letak kesalahan: pada kalimat yang kedua tidak memiliki hubungan sama sekali dengan isi paragraf. Jadi, untuk keutuhan paragraf tersebut ada baiknya kalimat kedua dihilangkan saja.
  • Perbaikan paragraf tersebut yaitu:

Kesalahan penggunaan preposisi ini berupa pemakaian preposisi yang tidak tepat dalam kalimat, tidak dipakainya preposisi dalam kalimat yang menuntut adanya preposisi, dan pemakaian preposisi yang tidak perlu dalam suatu kalimat. Dari analisis data, terungkap ada 52 kesalahan dalam hal penggunaan preposisi. Kesalahan tersebut terbagi atas 29 kesalahan pada pemakaian preposisi yang tidak tepat, 14 kesalahan karena tidak adanya preposisi dalam kalimat yang menuntut adanya preposisi, dan 9 kesalahan penggunaan preposisi yang tidak perlu.

About these ads

~ oleh Lhani pada 10 Oktober 2009.

8 Tanggapan to “Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia”

  1. Ngambil program bahasa Indonesia, ya? Kita sama.

  2. tanks ya…skrg aku udah ada gambaran nih dgn tugasku….salam kenal

  3. Sering-seringla menulis seperti ini. Setidaknya bisa ijadikan bahan masukan bagi orang lain. Mat menulis materi baru, y? Sukses buat Non cantik.

  4. thk nice info..

    klo di tempat saya skarang ada peraturan baru kalau mau masuk smp harus punya ijazah dinniyah awaliyaah untuk muslim…makanya skarang udah lumyan ribet..

  5. Thanks atas muatan ilmiah tulisannya bagus dan jarang ditemukan moga ukhti semakin rajin menulis.

  6. aku mencari contoh laporan observasi paud kok sulit yah….please help us

  7. mkashix bu Meilani,,,

  8. thaks ya bu,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: